Untuk kawanku, Butiran Debu..
Cinta tak terbalas,
Mimpi buruk yang akan membunuhmu perlahan,
Mendorongmu ke dalam jurang putus asa.
Cinta tak terbalas,
Hantu licik yang membuatmu ragu melangkah ke depan,
Mempermainkanmu dalam ilusi harapan semu.
Aku tahu lukamu,
Diacuhkan, ditolak, ditinggalkan,
Tapi entah kenapa kau masih mencintainya dan mengharapkannya.
Kawan... Kau melukai dirimu sendiri!
Sadarlah dan bangun dari mimpi burukmu!
Bila kau masih menahan dirinya,
Cinta yang baru tidak akan menghampirimu,
Bila kau masih merindukan dirinya,
Cinta yang baru tidak akan betah menetap di hatimu.
Lepaskanlah dia! Tataplah cinta yang baru!
Kawan..
Bila cinta harus memiliki,
Kau adalah egoisme yang suka memaksakan diri.
Bukankah cinta itu lemah lembut dan tidak suka memaksa?
Ikhlaslah..
Kawan..
Bila cinta tak harus memiliki,
Kau adalah egoisme yang suka menyiksa diri.
Adalah suatu kesia-siaan mencintai dia yang bukan milikmu,
Cintailah apa yang kau miliki saat ini.
Bersyukurlah..
Percayalah, cinta yang baru sedang menunggumu di balik pagar.
Sambutlah Ia!
Aku, Kawanmu..
Setitik Awan kecil di langit.
Cinta tak terbalas,
Mimpi buruk yang akan membunuhmu perlahan,
Mendorongmu ke dalam jurang putus asa.
Cinta tak terbalas,
Hantu licik yang membuatmu ragu melangkah ke depan,
Mempermainkanmu dalam ilusi harapan semu.
Aku tahu lukamu,
Diacuhkan, ditolak, ditinggalkan,
Tapi entah kenapa kau masih mencintainya dan mengharapkannya.
Kawan... Kau melukai dirimu sendiri!
Sadarlah dan bangun dari mimpi burukmu!
Bila kau masih menahan dirinya,
Cinta yang baru tidak akan menghampirimu,
Bila kau masih merindukan dirinya,
Cinta yang baru tidak akan betah menetap di hatimu.
Lepaskanlah dia! Tataplah cinta yang baru!
Kawan..
Bila cinta harus memiliki,
Kau adalah egoisme yang suka memaksakan diri.
Bukankah cinta itu lemah lembut dan tidak suka memaksa?
Ikhlaslah..
Kawan..
Bila cinta tak harus memiliki,
Kau adalah egoisme yang suka menyiksa diri.
Adalah suatu kesia-siaan mencintai dia yang bukan milikmu,
Cintailah apa yang kau miliki saat ini.
Bersyukurlah..
Percayalah, cinta yang baru sedang menunggumu di balik pagar.
Sambutlah Ia!
Aku, Kawanmu..
Setitik Awan kecil di langit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar